Tuduhan AS Atas Pasokan Senjata dari Korea Utara ke Wagner Group, Yevgeny Prigozhin : Hanya Gosip dan Spekulasi

  • Bagikan
Foto : Ilustrasi peluru senjata api/Pixabay

SIKLOPEDI BERKAT- Amerika Serikat melayangkan tuduhan kepada Korea Utara telah memasok senjata dan roket untuk tentara bayaran Wagner Group di Ukraina.

Gedung Putih mengatakan pengiriman senjata itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan akan mengumumkan sanksi lebih lanjut terhadap perusahaan keamanan asal Rusia itu.

“Wagner sedang mencari pemasok senjata di seluruh dunia untuk mendukung operasi militernya di Ukraina,” kata juru bicara keamanan nasional Gedung Putih John Kirby kepada wartawan.

Baca Juga : AS Resmi Stop Impor Produk Asal China, Huawei dan ZTE Dinilai Membahayakan

“Kami dapat memastikan bahwa Korea Utara telah menyelesaikan pengiriman senjata awal ke Wagner, yang membayar untuk perlengkapan itu,” katanya.

Gedung Putih mengatakan perusahaan jasa keamanan asal Rusia itu menerima pengiriman roket infanteri dan rudal dari Korea Utara.

Kirby mengatakan Wagner menghabiskan lebih dari $100 juta setiap bulan di Ukraina. Kelompok tersebut sekarang menyaingi kekuatan militer Rusia.

“Fakta bahwa Presiden (Vladimir) Putin meminta bantuan Korea Utara adalah tanda keputusasaan dan terisolasinya Rusia,” kata Cleverly dalam sebuah pernyataan.

Baik Korea Utara maupun Wagner Group membantah laporan tersebut.

Pemilik Wagner Yevgeny Prigozhin membantah pernyataan tersebut, menyebutnya sebagai gosip dan spekulasi. Sementara kementerian luar negeri Korea Utara menyebut laporan tersebut tidak berdasar.

  • Bagikan