Tersangka 3 Warga Lombok Tengah Bakar Dua Kitab Tafsir Alquran Terancaman Pidana 6 Tahun Penjara

  • Bagikan
Foto : Tangkapan Layar YouTube Pembakaran Tafsir Al Quran

SIKLOPEDI BERKAT – Tersangka kasus pembakaran dua kitab tafsir inisial SH (40) pun dijerat pasal 45 ayat (2) Junto pasal 28 ayat (2) undang-undang ITE nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.

Ketua MUI Kabupaten Lombok Tengah, TGH Minggre Hammy sangat menyayangkan perisitiwa Kasus pembakaran kitab tafsir Alquran yang dilakukan oleh 3 orang warga Lombok Tengah yang disebar melalui media sosial YouTube tersebut.

Kasus pembakaran kitab tafsir Alquran yang dilakukan oleh 3 orang warga Lombok Tengah yang disebar melalui media sosial mendapat reaksi keras dari Mejelis Ulama Indoneisa (MUI) Kabupaten Lombok.

Baca Juga : Abah Anom Sosok Wali Sakti dan Pejuangan dalam Pendidikan Islam yang Berasal dari Tanah Sunda

Apalagi, pembakaran kitab tafsir Alqur’an itu dijadikan sebagai konten di media sosial. Minggre menilai, penetapan tersangka terhadap pelaku merupakan langkah yang tepat.

“Kejadian ini sangat tidak bagus. Sangat tidak bagus. Karena kami hanya memberikan fatwa. Langkah polisi mengamankan pelaku sudah tepat,” kata Minggre Senin 12 Sepetember 2022.

Miggre menilai, kasus ini bisa memicu gejolak di tengah masyarakat. Sehingga langkah polisi mengamankan pelaku merupakan langkah yang tepat.

“Beruntungnya tidak ada gejolak. Kita tahu banyak yang tidak menerima pola pikir yang bersangkutan. Bahkan hidup yang bersangkutan bisa saja berbahaya kan,” kata Minggre.

Di menilai, aksi pembakaran itu jelas melanggar hukum. Dia meminta agar pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya.

  • Bagikan